Pada Hamparan Sajadah


Pada hamparan sajadah Ada ngilu disembahyangkan Ada zikir bergema, memutus  rangkai kenangan sebab ternyata tidak semua tanya berpasang jawaban. Sebagaimana kisahnya, sejak lahir menanggung takdir, dimana jiwa mesti terbang meninggalkan badan dalam pekatnya kelam Pada detik, hitungan kesekian lalu kepedihan mendaki waktu menelisik dalam diam, melamur dan akan ditinggalkan Berbaringlah hai kau, sebab suratan, demikianContinue reading “Pada Hamparan Sajadah”

Adakah Yang Lebih


Adakah yang lebih pedih, dari pada rindu yang mesti dibunuh, perihnya menyelinap dan mengabu disetiap bait, do’a-do’a Subuh Adakah yang lebih mematikan, dari pada rindu yang membusuk, racunnya bersembunyi disela rusuk mengedor jantung kemudian mengamuk Adakah yang lebih gigil yang membeku Dari pada rindu mengelu sakitnya bersembunyi dalam bisu pada segenap pelarian dipematang waktu AdakahContinue reading “Adakah Yang Lebih”

Kenangan Teramat Kelat


Kenangan teramat kelat,hingga waktu tak kuasa melumat.Setiap kata yg pernah terucap,adl setiap tetes dalam lebat,meniti daun pintu dan jendela,seperti membasuh setiap jiwa yang tergurat, luka.Ada pedih yang meniti,pada setiap kisi yang mesti terbunuh, mati.Wahai yang terenggut,lihatlah bagaimana hidup kadang melecut,tetapi ada saja hujan datang membalut. Palam Mansion, 24-04-2020

Rinduku


Rinduku Andiko Sutan Mancayo Rinduku adalah pokok-pokok kopi Kepahiang dimana lelah teraduk pagi dan petang Rinduku adalah iliran Kampar Dimana Sya’ra menghulu pada genggam para pengajar Rinduku adalah Kahayan Dimana Orang-orangnya mengayuh peradaban Rinduku adalah Napu dan Bada Dimana angin melelapkan candu di Savana Rinduku adalah selat Malaka Tempat dimana para lanun berhabis Masa RindukuContinue reading “Rinduku”

Derak-Derak Ranting Kota


Derak-Derak Ranting Kota   Kepada para pemanggul takdir   Derak-derak ranting adalah sembilu ketika hening teracun rindu, begitu pula deru mesin melintas membelah ibu kota pada malam mendaki sepi sesekali sirine mobil entah polisi atau ambulan bahkan mungkin para pemadam kebakaran mencabik syahdu malam luruh pada samar bias lampu jatuh lourong-lorong kotamu Derak-derak ranting mencabikContinue reading “Derak-Derak Ranting Kota”

Magrib Adalah


Magrib Adalah Kepada : Nenekanda di Pusara Magrib…adalah Angan akan gelegak jerangan Pada tungku bara melentik Air nasi membuih wangi Magrib adalah Nenekanda memintas perigi Menjelang jauh, surau kami Magrib adalah…. Suara paman melengking tinggi Memanggil sholad anak nagari Khatib siap berdiri rapi Menunggu kami anak mengaji Magrib adalah… Waktu bertahun lewat Ketika rindu akanContinue reading “Magrib Adalah”

Sumba : Tolong Sematkan Rinduku


Sumba : Tolong Sematkan Rinduku Melepas angan terbang ketika jiwa berangkat pada malam yang sakral mendaki tiang-tiang kapal dan tali-temali di pelabuhan kecil Waingapu Duhai Rambu ceritakanlah padaku tentang lautan yang berangkat naik hingga karang-karang bahkan siput menyembah bulan di perbukitan Begitu pula kau Umbu lecutlah kuda sampai batas horizon mari sisiri sepinya kampung-kampung tuaContinue reading “Sumba : Tolong Sematkan Rinduku”