Adakah Yang Lebih


Adakah yang lebih pedih, dari pada rindu yang mesti dibunuh, perihnya menyelinap dan mengabu disetiap bait, do’a-do’a Subuh Adakah yang lebih mematikan, dari pada rindu yang membusuk, racunnya bersembunyi disela rusuk mengedor jantung kemudian mengamuk Adakah yang lebih gigil yang membeku Dari pada rindu mengelu sakitnya bersembunyi dalam bisu pada segenap pelarian dipematang waktu AdakahContinue reading “Adakah Yang Lebih”

Mimpi


Sejak kecil saya terobsesi dengan Kapal dan Pelabuhan, bahkan satu permintaan saya yang membingungkan satu keluarga besar bapak saya adalah ketika saya meminta sebuah Sampan kayu sebagai hadiah, sementara kami hidup di pegunungan, dipingang gunung Marapi di pedalaman Sumatera sana. Sekitar umur 5 tahun, dengan sedikit memaksa, tengah malam dengan naik sepeda, saya ikut pamanContinue reading “Mimpi”

Ibu Yang Lara : Makna Lagu Saluang Sungai Pagu


Ibu Yang Lara : Makna Lagu Saluang Sungai Pagu Sungai Pagu dulunya adalah sebuah Kerajaan, dimana dalam jajaran wilayah Kerajaan Pagaruyung, Sungai Pagu ini disebut dengan “Ikua Darek” atau terjemahan bebasnya adalah Ekor Daratan dari Kerajaan Pagaruyung.  Saat ini, wilayah Kerajaan Sungai Pagu ini, telah menjelma menjadi Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat. Foto :  COLLECTIEContinue reading “Ibu Yang Lara : Makna Lagu Saluang Sungai Pagu”

Mustika Rimba


Pagi ini saya mulai dgn English Breakfast, tampa Bacon tentunya. Senyum gadis Denmark menyambut dipintu restauran, seiring dgn bunyi lonceng penanda waktu dari gedung kota tua disamping hotel, yang menelisik melewati para-para, membuat senyumnya begitu dramatis di dinginnya pagi. Hari ini saya akan menerabas lebih ke utara, ke sebuah desa nelayan kecil dgn perahu-perahu Skandinavia,Continue reading “Mustika Rimba”

Naikilah Perusahaan Minang (NPM)


Dulu saya bermimpi ke Jakarta, lalu naiklah bus NPM ekonomi, dengan susunan bangku 2-3, dan saya dapat seat di bangku tengah dideretan bangku 3 itu. Bisakah anda bayangkan, segala macam bau minyak klonyor yg kawin terpaksa dengan bau ketiak yg memintas Lintas Tengah Sumatera, berhari-hari tampa mandi ?. Bau semerbak itu kadang ditingkahi oleh wangiContinue reading “Naikilah Perusahaan Minang (NPM)”

Syarat Ganteng


Dulu..salah satu “syarat” kegantengan dan maskulinitas, adalah barang ini. Kalau kita ke warung gerobak dipersimpangan kota, pedagang akan tanya, yang anda mau yang Dalam atau yang Luar ?. Pilihannya pasti yang Luar karena dua alasan, pertama ; lebih murah pastinya, karena barang seludupan dan kedua ; sensasi “Wah” ketika bungkusnya sedikit nongol di saku belakangContinue reading “Syarat Ganteng”

Haruan Bakar


Menurut sahibul hikayat, konon kabarnya Soekarno memutuskan Palangkaraya sebagai calon ibu kota RI setelah lidahnya tak henti ber-Lenso ria, ketika mengecap suguhan dewata, Ikan Haruan Bakar, lengkap dgn pengiringnya. Karena itulah setimpal kiranya ketika saya memutuskan menyisiri turbulensi langit Pantai Timur Sumatera dari Batam ke Jakarta, dan kemudian memintas Laut Jawa dgn gugusan awan-awan menjelangContinue reading “Haruan Bakar”

Ironi


Ironi itu adalah, saya tahu kalau Duku ini tumbuh di tepian Sungai Kumpeh yang sunyi di sudut Jambi, tapi dilapak, ia bernama Duku Palembang, Selanjutnya adalah, betapa kelelahannya ia mengejar price secangkir Americano ditempat ini, meskipun saya membelinya, hanya beberapa langkah saja dari pintu tiga, tempat ini. Itu juga hidup, seperti gelombang yg kadang begituContinue reading “Ironi”

Rendang, sebuah kuliner mistis


Ada sebuah rahasia hendak saya ceritakan. Rendang itu lahir sejatinya bukan atas perkalian teknis berbagai bumbu, sehingga ia bisa distandarisasi selayaknya barang hasil industri, yang hidup pada dahaga pasar yg hampir tidak pernah terpuaskan. Ketinggian cita rasa Rendang, dibangun oleh pertalian perasaan para Bundo Kanduang, Ibu sakti yang menjadi penjaga ke-Minangkabauan, yang menarikan panas apiContinue reading “Rendang, sebuah kuliner mistis”