Archive for June, 2015

Tadarus

Posted: June 22, 2015 in Uncategorized

Kepada ; Nenekanda

Alif….lam….mimm

seketika teduh

wajahmu nenekanda

seperti siluet tersaput hari

akan senja menjelang mengaji

dimana nasi dari padi pertama

sawah ulayat kita

mengepul rasa pada baluran

garam halus segenap kasih

dengan sebutir telur

terjerang wangi

Nak….pergilah ke surau

karena disitu telong pelita

hidup akan penuh liku

menanggung dendam

anak Minangkabau.

Ejalah kulimah di semati

akal,

disitu pertolongan

akan menjelma

titilah garis

dimana disitu pahat memakan

alur kayu surian

sebagai para-para

merangkai tonggak tua

jikalah nanti

jalan telah dialih dagang lalu

relalah nenekanda

berputih tulang

Alif…Lam…Mim…

pergilah Tadarus anakanda

mengasah diri

menajamkan kaji

titilah ujung rotan datukmu

mengeja huruf meniti tajwid

jikalah hilang segala yang fana

disitu syaraiat mengantarkan

hakikat

hingga bercerai tubuh dengan nyao

disitu Insan sujut dalam kulimah

makrifat sampai

ketangga Arrsy

Alif..lam mimm….

hidup hanya diantara subuh ke subuh

sepanjang itu tikar pandan tergelar

dari ayunan ke titik perjanjian

saat segala kasih dunia

akan bercerai

dan jalan yang mesti tertempuh

sepenuh bekal pada hari nanti

Alif….Lam..Mim…

Nenekanda…..

Pada tadarus berulang masa

tanah rantau menyesatkan tiba

adalah rindu dagang tiba

mendaki tangga surau kaum kita

Buana Vista 23 Juni 2015

Advertisements

Mengantarmu

Posted: June 21, 2015 in Uncategorized

Mengantarmu
pada lipatan waktu
ada yang terserak
bulan penuh
tarawih usai
ketika mengantarmu
cahaya bias
teriris
putih mukena
jatuh
pada anggun wajah
terbasuh
air wudhu
pada kelokan kecil
menjelang beranda
sejumput senyum
dan terimakasih
malam ini aku tak bersama
pada tadarus syahdu
kasih namun malu
orang dusun
dan kita masih remaja
seketika kebiliaanku
luruh pada lambaian
menjelang pintu
ada banyak harap
mengarang
sekali lagi, kita masih belia
Inginnya aku
Simpan, irisan cahaya
di sela urai rambutmu
sampai tahun depan
puasa akan
datang kembali
dan aku intai waktu
pada sisi
temaram selokan
di ujung Mesjid itu
menantimu pulang
dalam bungkus
mukena rajut terawang
wahai…telah kau cabik
dan tikami teramat dalam
karena kerling dua mata
ah biarlah kutanggung kesam
dan aku resap diam
meskipun pulang tak bersisian
karena aturan tentang anak adam
dan pada tikungan kecil
menjelang halaman
adik kecilmu
berkata
kita telah sampai..
disitu senyum simpul
meracun waktu
dan terima kasih telah mengatarku
ucapmu jauh
pada lipatan waktu
ada yang terserak
bulan penuh
tarawih usai
ketika mengantarmu
bertahun lalu
Buana Vista, 22 Juni 2015

Syukur

Posted: June 2, 2015 in Uncategorized

Malam…
Syukur
Mengawang
Kata
Kerontang
Hening
Tafakur
Jiwa
Mendaki
Hasrat
Fakir
Ampuni
Ketika kalam
Hendak ku duga
Sementara semesta
Tak berhingga
Gigilku
Takluk
Takut
Hilang bentuk
TentangMu
Tak
Bertepi…..

Damai Musyawarah, 1 Juni 2015