Tadarus


Kepada ; Nenekanda Alif….lam….mimm seketika teduh wajahmu nenekanda seperti siluet tersaput┬áhari akan senja menjelang mengaji dimana nasi dari padi pertama sawah ulayat kita mengepul rasa pada baluran garam halus segenap kasih dengan sebutir telur terjerang wangi Nak….pergilah ke surau karena disitu telong pelita hidup akan penuh liku menanggung dendam anak Minangkabau. Ejalah kulimah di sematiContinue reading “Tadarus”

Mengantarmu


Mengantarmu pada lipatan waktu ada yang terserak bulan penuh tarawih usai ketika mengantarmu cahaya bias teriris putih mukena jatuh pada anggun wajah terbasuh air wudhu pada kelokan kecil menjelang beranda sejumput senyum dan terimakasih malam ini aku tak bersama pada tadarus syahdu kasih namun malu orang dusun dan kita masih remaja seketika kebiliaanku luruh padaContinue reading “Mengantarmu”