Archive for May, 2015

Malam, Aku Sembunyi

Posted: May 10, 2015 in Uncategorized

Malam…

aku sembunyi

pada hening mendaki

sungguh hidup

diantara belati

dimana dada kerap berdegup

dan hati terasa nyeri

Damai Musyawarah, 10 Mei 2015

Advertisements

Mak…Lidahku Kelu

Posted: May 7, 2015 in Uncategorized

Mak…Lidahku Kelu

Kepada : Ibuku

Oleh : Andiko Sutan Mancayo
22 Desember 2013

Mak

Semakin tinggi lelaki itu mendaki puncak
Semakin menukak rindunya pada nasi kerak
Saban senja menjelang mengaji
Disudut dapur menunggu air taji
Ketika umur menjelang baya hilang rasa, hilang makna
Selain tentangmu yg menunggang lelah,
menanggung segala liku

Mak
Tunjukkan jalan ke tangga arras
Dimana katanya tuhan punya tahta
Inginku banding segala waktu
Hingga ia tak akan ada yang menjemputmu

Mak
Lidahku kelu, di hari puja-puji pada ibu

Magrib Adalah

Posted: May 6, 2015 in Puisiku, Uncategorized

Magrib Adalah
Kepada : Nenekanda di Pusara

Magrib…adalah
Angan akan gelegak jerangan
Pada tungku bara melentik
Air nasi membuih wangi
Magrib adalah
Nenekanda memintas perigi
Menjelang jauh, surau kami
Magrib adalah….
Suara paman melengking tinggi
Memanggil sholad anak nagari
Khatib siap berdiri rapi
Menunggu kami anak mengaji
Magrib adalah…
Waktu bertahun lewat
Ketika rindu akan sejawat
Angan jauh mengenang diri
rantau sati menggantang hati
Magrib adalah…
Air mata hendak jatuh
Badan diri hendak luluh
Terkenang tapian tempat mandi
Balai dan masjid mengasah diri
Magrib adalah…
Tangan mencerabut tinggi
Seperti elang terbang sendiri
Ketika kenangan menyiksa hati
Jati Padang, 26 Januari 2015


Sumba : Tolong Sematkan Rinduku

Melepas angan terbang

ketika jiwa berangkat

pada malam yang sakral

mendaki

tiang-tiang kapal

dan tali-temali

di pelabuhan kecil

Waingapu

Duhai Rambu

ceritakanlah padaku tentang

lautan yang berangkat naik

hingga karang-karang

bahkan siput

menyembah bulan di perbukitan

Begitu pula kau Umbu

lecutlah kuda sampai batas

horizon

mari sisiri sepinya kampung-kampung tua

maju berderap

hingga padang-padang savana

kemudian hiruk pikuk

Duduklah disini

wahai saksi peradaban

mari kita bentang

ketika para raja kembali

pada setiap ikatan tenunan

dan tetesan jelaga

mewarnai panggung sejarah

Ajaklah jiwaku terbang

memintas padang-padang

bawalah segala sukma

menari pada pucuk-pucuk

rerumputan

Sumba, tolong sematkan segala rindu

dan teriakkan pada

para lelaki berkuda

di arena Pasola

Jakarta, 18 Maret 2011

Dalam Hening Senyap

Posted: May 5, 2015 in Puisiku

Dalam Hening Senyap

Tuhan
dalam hening senyap
helaan nafas merayap
tiada kata terucap
ketika aku lenyap

Ini antara aku dan kau
di padu padan itu
kukira kulimah telah sesak
pada permulaan
segenap takut
yang menghentak

Sungguh kerapkali
aku curiga
karena semesta
berkarang teka teki
hendak ku duga
dalam lubukmu
hendak aku takar
luasnya hamparanmu

pada kesenyapan
ketika ludah mengggigil
menjalankan sunnahnya
hilir mudik di kerongkongan
tercekat aku..
sungguh..

aku duduk diam
dalam nana
dan terpana
dan malam makin mendaki
segala do’a
tersendat
ketika rasa tiada
kata telah bercerai dengan makna

Tuhan
ketika segala hal tiada
dan saat entah dimana bermula
apabila segala hal moksa
saat telah sampai
hukum segala yang fana
bersemayamlah di dadaku

Dalam senyap merayap
ketika Insan senyap
hanya aku dan kau
tiada kata itu

Damai Musyawarah Cilandak, 6 Mei 2015

SEHARUSNYA AKU BUKAN HMI

Posted: May 5, 2015 in Uncategorized

Terima kasih atas tulisan ini, mencerahkan

Ang Zen

Ciputat, 27 Desember 2005

(Tulisan lama ini sengaja dipasang untuk nostalgia dan berbagi dengan kader HMI lain, semoga bermanfaat. Saat itu saya sempat sebentar pengurus PB–saat gonjang-ganjing perang antar kubu selama 3 periode berturut-turutSEHARUSNYA AKU BUKAN HMI)

Tulisan ini mungkin hanya akan berisi unek-unek terhadap HMI. Saya adalah orang yang betul-betul mengalami proses di HMI. Berawal dari seorang yang diyakinkan dan di bujuk oleh seorang kaka, sampai menjadi seseorang yang terkadang terlalu cape menghabiskan sebagian waktunya di HMI.

Saya kira siapapun itu—aktivis HMI maksud saya–pasti akan mengalami hal yang sama. Setiap orang berproses menjadi semakin HMI. Namun proses itu kadang membawa saya merenung:  kapan proses ini akan berakhir? Lalu, di tengah jalan, saya sering berpikir lebih gila: kenapa saya harus berproses di HMI, padahal saya terkadang tidak terlalu tahu apa tujuan saya berproses di HMI.

Bahkan, masih pentingkah HMI dalam kehidupan saya? Terus terang itulah kira-kira yang sangat mengganggu saya belakangan ini. Saya…

View original post 1,804 more words

Bengkulu

Posted: May 2, 2015 in Puisiku

Bengkulu….

Pantai Panjang Senja
adalah senja menyejarah
ketika merah masa memintas mega
adalah gelegak kopi membuka hari
ketika orang dusun mandi di perigi
adalah belati
terkirim pada angin pantai di petang ini
memburai rindu
para pelintas,
datang dan pergi….

Splash Hotel Bengkulu, 30 April 2015