Catatan Perlintasan Ke Pontianak 1


Catatan Perlintasan Ke Pontianak 1 Beginilah malam yg lewat di gajahmada, sepi mendekat dan terbunuh pada cangkir kesekian kopi uap. Di kaki cahaya lampu yg membias ke jalananan, disitu peradaban pernah di pancang dan mereka ?, ialah para pelintas yg memilih tinggal. Pada Kapuas yang membelah kota pada dua keping harap berabad mereka datang danContinue reading “Catatan Perlintasan Ke Pontianak 1”

Waktu Kita


Waktu Kita Kepada : Amirah Cahya Andiko Sebagaimana pedang waktu telah memangkas waktu dekat seketika ayah ada dan akan terhempas pada rindu pada hari-hari dan pelintasan demikian panjang. Mungkin tak banyak waktu sebagai penyaksi ketika keindahan pada ujung tumbuh begitupun kau anakku akan tergolek menunggu menunggu waktu pada botol susu. Sebagaimana pelintas telah ayah titiContinue reading “Waktu Kita”

Pulang dan Keindahan : Catatan Perjalanan Ke Pontianak


Pulang dan Keindahan : Catatan Perjalanan Ke Pontianak May 7, 2010 · Dari ketinggian restoran terbuka Hotel Peony, di kejauhan Jembatan Kapuas seperti naga bercahaya. Jembatan ini serangkaian besi yang menghubungkan potongan Pontianak Kota dengan Tanjung Hulu, disanalah pada potongan kedua tanah ini berdiri keraton dan mesjid Sultan Pontianak. Didepannya melintang Sungai Landak yang berjembatanContinue reading “Pulang dan Keindahan : Catatan Perjalanan Ke Pontianak”

Pulang Amirah


Pulang Amirah Pulang menghampiri masa depan Maka akan aku kumpulkan senyum kecil yang bertebaran antara halaman dan beranda ketika senja mengetuk pintu. Mari kita urai segenap penat dan letih di teras di beranda rumah memaknai waktu yang terlewat diantara lintasan kota demi kota Amirah, duduklah diam mari kita titi beningnya hening ketika kata tak cukup,Continue reading “Pulang Amirah”

Bagaimana Senja Kita Perabukan Diantara Palma-Palma: Ode untuk 100 tahun Sawit di Indonesia


Bagaimana Senja Kita Perabukan Diantara Palma-Palma Ode untuk 100 tahun Sawit di Indonesia Andiko Sutan Mancayo Tolong ceritakan padaku Lengang yang asing, sepi memedih ketika azan magrib membelah kesadaran, mengantar berita sepertinya pesta kunang-kunang tak datang Senja itu berbisik “Jelutung dan Nibung tak ada lagi tak pula perigi dan lubuk kecil, bahkan ikan-ikan tak lagiContinue reading “Bagaimana Senja Kita Perabukan Diantara Palma-Palma: Ode untuk 100 tahun Sawit di Indonesia”

Pada Sebuah Ziarah Ke Kumango


Pada Sebuah Ziarah Ke Kumango Untuk kawan masa sekolahku Ke Kumango kawan, aku datang Mencari pertalian pada sasak-sasak rumah tua disana ranji melapuk dipalun tanaman rambat. Angin kering siang berhembus menyapa pada jalan menurun yang membelah perkampungan Dari titik balai tua Rao-Rao hingga bermuara di simpang Gudang Se simpang ke Sumanik, disitu aku hilang PadaContinue reading “Pada Sebuah Ziarah Ke Kumango”

Sepak Bola dan “Berkelana” : Catatan Transit di Frankfurt


Frankfurd September 12, 2011 at 7:56pm Dalam aku berkelana Tiada yang tahu ke mana ‘ku pergi Tiada yang tahu apa yang kucari Gunung tinggi ‘kan kudaki Lautan kuseberangi Aku tak perduli Dalam aku berkelana Tiada yang tahu ke mana ‘ku pergi Tiada yang tahu apa yang kucari Suara empuk Haji Rhoma Irama mengalun syahdu dariContinue reading “Sepak Bola dan “Berkelana” : Catatan Transit di Frankfurt”

Topos, Disudut Dapur……Kepada : Erwin Basrin


Topos, disudut dapur Kepada : Erwin Basrin …..tahukah kau…. ketika api melentik, di segitiga tungku batu ibu… hangat menjalar, dari pokok-pokok kopi yang terpanggang. Sebentuk ikan sungai, berenang di minyak kelapa, menanti adonan cabe, yang baru saja di petik disudut rumah. Senja mulai turun, di punggung perbukitan, yang mengepung, sinarnya membias, pada jalan-jalan, seperti bilur,Continue reading “Topos, Disudut Dapur……Kepada : Erwin Basrin”

Dapur….Kepada Erwin Basrin


Dapur Kepada Erwin Basrin Dapur…..wahai saudaraku Erwin Basrin, barangkali pada hamparan tikar rotan nenekku, sebentuk kebajikan terserak, dalam diam di liukan Telong, pelita kecil minyak tanah, pikiranku bermain. Bayangan meliuk seiring dengan irama tarian apinya, yang tertiup hembusan angin tipis dari sela papan lantai, tak jauh diatas kolong rumah. Nenekku sedang sibuk mengatur perapian yangContinue reading “Dapur….Kepada Erwin Basrin”